laporan basis data rifqi adam 186 umsida
BASIS DATA
POKOK BAHASAN 1
1. Konsep Sistem Basis Data
a. Perangkat Keras (Hardware)
b. Sistem Operasi (Operating System)
c. Basis Data (Database)
d. DBMS (Database Management System)
e. Pemakai (User)
2. Konsep Model Data, dikelompokkan menjadi 3 macam yaittu:
a. Model Data Berbasis Objek (Object Based Data Model)
b. Model Data Berbasis Record (Record Based Data Model)
c. Physical Based Data Model
3. Bahasa Basis Data
1. DDL (Data Definition Language) digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka dari basis data yang meliputi :
a. Membentuk basis data, tabel, indeks.
b. Mengubah struktur table.
c. Menghapus basis data, tabel atau indeks.
2. DML (Data Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data pada basis data yang meliputi :
a. Menambahkan atau menyisipkan data baru ke basis data
b. Mengelolah data yang tersimpan dalam basis data (query)
c. Mengubah dan menghapus data dalam basis data.
3. DCL (Data Control Language) digunakan untuk pengaturan hak akses pengguna pada basis data yang meliputi :
a. Menugaskan hak akses terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna.
b. Membatalkan hak akses pengguna terhadap basis data.
4. Entity Relationship Diagram (ER-D)
1. Komponen ER_Diagram
a. Entitas (Entity). Macam-macam entity:
· Entitas Reguler
· Entitas Dependen
· Entitas super type dan sub type
b. Atribut (Attribute), dibagi menjadi 2 yaitu:
· Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut berisi sebuah komponen/nilai/elementer.
· Atribut komposit (composite attribute), yaitu jika atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai.
c. Kerelasian jenis satu ke satu (one to one)
· Kerelasian jenis satu ke satu (one to one),
2. Kerelasian banyak ke satu (many to one) atau satu ke banyak (one to many)
· Satu ke banyak (one to many)
· Banyak ke satu (many to one)
3. Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many)
POKOK BAHASAN 2
1. SQL (Structured Query Language)
SQL merupakan suatu bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standards Institute) yang digunakan untuk mengakses basis data.
2. Elemen SQL
a. Pernyataan
Pernyataan
|
Keterangan
|
CREATE
|
Menciptakan basis data, tabel atau indeks
|
ALTER
|
Mengubah struktur tabel
|
DROP
|
Menghapus basis data, tabel atau indeks
|
COMMIT
|
Mengakhiri sebuah eksekusi transaksi data
|
ROLLBACK
|
Mengembalikan ke keadaan semula sekiranya suatu transaksi gagal dilaksanakan
|
INSERT
|
Menambahkan sebuah baris pada tabel
|
UPDATE
|
Mengubah nilai pada sebuah baris
|
SELECT
|
Memilih baris dan kolom pada tabel
|
DELETE
|
Menghapus baris pada tabel
|
GRANT
|
Menugaskan hak terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna
|
REVOKE
|
Membatalkan hak terhadap basis data
|
b. Nama
Digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada DBMS (Database Management System).
c. Tipe Data
Tipe
|
Keterangan
|
Range Nilai
|
TINYINT
|
Nilai integer yang sangat kecil
|
Signed : -128 s.d. 127
Unsigned : 0 s.d. 255
|
SMALLINT
|
Nilai integer yang kecil
|
Signed : -32768 s.d. 32767
Unsigned : 0 s.d. 65535
|
MEDIUMINT
|
Integer dengan nilai medium
|
Signed : -8388608 s.d. 8388607
Unsigned : 0 s.d. 16777215
|
INT
|
Integer dengan nilai standar
|
Signed : -2147483648 s.d. 2147483647
Unsigned : 0 s.d. 4294967295
|
BIGINT
|
Integer dengan nilai besar
|
Signed : -9223372036854775808 s.d. 9223372036854775807
Unsigned : 0 s.d. 18446744073709551615
|
FLOAT
|
Bilangan desimal dengan single-precission
|
minimum ± 1.175494351e-38
maksimum ± 3.402823466e+38
|
DOUBLE
|
Bilangan desimal dengan double-precission
|
minimum ± 2.2205738585072014e-308
maksimum ± 1.7976931348623457e+308
|
DECIMAL(M,D)
|
Bilangan float (desimal) yang dinyatakan sebagai string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam suatu kolom, N adalah jumlah digit dibelakang koma
|
Tergantung pada nilai M dan D
|
Tipe
|
Keterangan
|
Ukuran Maksimum
|
CHAR(n)
|
String karakter dengan panjang yang tetap, yaitu n
|
1 M byte
|
VARCHAR(n)
|
String karakter dengan panjang yang tidak tetap, maksimum n.
|
1 M byte
|
TINYBLOB
|
BLOB (Binary Large Object) yang sangat kecil
|
28-1 byte
|
BLOB
|
BLOB berukuran kecil
|
216-1 byte
|
MEDIUMBLOB
|
BLOB berukuran sedang
|
224-1 byte
|
LONGBLOB
|
BLOB berukuran besar
|
232-1 byte
|
TINYTEXT
|
String teks yang sangat kecil
|
28-1 byte
|
TEXT
|
String teks berukuran kecil
|
216-1 byte
|
MEDIUMTEXT
|
String teks berukuran medium(sedang)
|
224-1 byte
|
LONGTEXT
|
String teks berukuran besar
|
232-1 byte
|
ENUM
|
Enumerasi, kolom dapat diisi dengan satu member enumerasi
|
65535 anggota
|
SET
|
Himpunan, kolom dapat diisi dengan beberapa nilai anggota himpunan
|
64 nggota himpunan
|
Tipe
|
Range
|
Format
|
DATE
|
“1000-01-01” s.d. “9999-12-31”
|
“0000-00-00”
|
TIME
|
“-832:59:59” s.d. “838:59:59”
|
“00:00:00”
|
DATETIME
|
“1000-01-01 00:00:00” s.d. “9999-12-31 23:59:59”
|
“0000-00-00 00:00:00”
|
d. Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak berubah. Konstanta sering di pakai pada perintah SELECT. Konstanta di bagi menjadi 2 :
1. Konstanta bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25
2. Konstanta bertipe karakter : ‘Teknik Informatika’
e. Operator Aritmatika
Simbol
|
Keterangan
|
*
|
Perkalian
|
/
|
Pembagian
|
+
|
Penjumlahan
|
-
|
Pengurangan
|
%
|
Sisa pembagian
|
f. Operator Relasi
Simbol
|
Keterangan
|
=
|
Sama dengan
|
>
|
Lebih besar
|
<
|
Lebih kecil
|
>=
|
Lebih besar atau sama dengan
|
<=
|
Lebih kecil atau sama dengan
|
<>
|
Tidak sama dengan
|
g. Operator Logika
Simbol
|
Keterangan
|
NOT atau !
|
Sebagai negasi atau pembalik nilai
|
OR atau ||
|
Atau
|
AND atau &&
|
Dan
|
h. Operator Pembanding
Simbol
|
Keterangan
|
IS NOT NULL
|
Apakah sebuah nilai adalah tidak kosong (not null)
|
IS NULL
|
Apakah sebuah nilai adalah kosong (null)
|
BETWEEN
|
Apakah suatu nilai di antara dua batasan nilai
|
IN
|
Apakah suatu nilai berada di dalam pilihan yang ada
|
NOT IN
|
Apakah suatu nilai tidak berada dalam pilihan yang ada
|
LIKE
|
Apakah suatu nilai sesuai dengan kriteria tertentu
|
NOT LIKE
|
Apakah suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria tertentu
|
i. Aggregate Functions (Fungsi Agregat)
1. SUM(ekspresi)
2. AVG(ekspresi)
3. COUNT(x)
4. MAX(ekspresi)
5. MIN(ekspresi)
POKOK BAHASAN 3
a. DDL (Data Definition Language)
DDL merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka data dan obyek basis data.
Perintah
|
Keterangan
|
Create Database
|
Membuat basis data
|
Drop Database
|
Menghapus basis data
|
Create Table
|
Membuat tabel
|
Alter Table
|
Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel
|
Drop Table
|
Menghapus tabel dari basis data
|
Create Index
|
Membuat Index
|
Drop Index
|
Menghapus Index
|
b. Perintah-perintah DDL
1. Mebuat Database
CREATE DATABASE namadatabase;
2. Menampilkan daftar database
SHOW DATABASES;
3. Menghapus Database
DROP DATABASE namadatabase;
4. Mengaktifkan Database
USE namadatabase;
5. Mebuat Tabel
perintah untuk membuat tabel dengan nama pengarang :
mysql> create table pengarang (kode_pengarang varchar(5), nama_pengarang varchar(35));
Syntax tambahan :
Maka tabel pengarang telah terbentuk, untuk melihat hasilnya dapat digunakan perintah :
Mysql> SHOW TABLES;
Untuk melihat struktur tabel yang telah dibuat (dalam hal ini buku) syntaxnya adalah:
DESC namatabel;
6. Mendefinisikan null/not null
mysql> create table pengarang (
kode_pengarang varchar(5) not null,
nama_pengarang varchar(35) not null);
7. Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Mysql> create table buku (
Kode_buku varchar(5) not null,
Judul_buku varchar(15) not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5));
8. Menentukan kunci primer (Primary Key) pada Tabel
Contoh 1 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null primary key,
Nama_pengarang varchar(15) not null);
Contoh 2 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null primary key,
Nama_pengarang varchar(15) not null,
primary key (kode_pengarang));
Contoh 3 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null,
Nama_pengarang varchar(15) not null);
penambahan primary key :
Mysql> alter table pengarang add constraint pk primary key (kode_pengarang);
9. Menghapus Primary Key pada Tabel
Cara 1 : Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :
ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT namaconstraint;
Cara 2 : Jika primary key dibuat melalui create table :
ALTER TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY;
10. Menentukan Foreign Key pada Tabel
CREATE TABLE namatabel(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
FOREIGN KEY (Field2) REFERENCES namatabelinduk
(namafieldinduk)ON UPDATE CASCADE
ON DELETE NO ACTION)
atau
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint FOREIGN KEY (namafield) REFERENCES namatabelinduk (namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION;
11. Menghapus Foreign Key
alter table buku drop foreign key fk;
12. Mengubah Struktur Tabel
ü Menambah Atribut Baru Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;
ü Mengubah Tipe Data atau Lebar Atribut Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel MODIFY COLUMN field tipe;
ü Mengubah Nama Atribut (Field) pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel CHANGE COLUMN namalamafield namabarufield tipedatanya;
ü Menghapus Atribut (Field) Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel DROP COLUMN namakolom;
13. Menghapus Tabel
DROP TABLE namatabel;
POKOK BAHASAN 4
1. Data Manipulation Language (DML), perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada di tabel.
2. DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
a. Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
b. Non prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).
3. Perintah-perintah DML
a. Insert = perintah untuk menambah data.
INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
b. Update = perintah untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom.
UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];
c. Select
1. Menampilkan semua data pada table
Select * from namatabel;
2. Menampilkan data untuk kolom tertentu
Select kolom1, kolom2, kolom-n from namatabel;
3. Menampilkan data dengan kondisi tertentu dengan klausa Where
Select * from namatabel where kondisi;
4. Memberikan nama lain pada kolom
Select namakolomlama as namakolombaru from namatabel;
5. Menggunakan alias untuk nama tabel
Select nmalias.jenis, nmalias.harga from namatabel nmalias;
6. Menampilkan data lebih dari dua tabel
Select * from namatabel1, namatabel2;
7. Operator comparison ANY dan ALL
a. Operator ANY digunakan berkaitan dengan subquery. Operator ini menghasilkan TRUE (benar) jika paling tidak salah satu perbandingan denga hasil subquery menghasilkan nilai TRUE.
Mysql > select * from buku where harga > ANY (select kode_pengarang from pengarang);
b. Operator ALL digunakan untuk melakukan perbandingan dengan subquery. kondisi dengan ALL menghasilkan nilai TRUE (benar) jika subquery tidak menghasilkan apapun atau jika perbandingan menghasilkan TRUE untuk setiap nilai query terhadap hasil subquery.
Mysql > select * from buku where harga >= ALL (select kode_pengarang from pengarang);
8. Aggregate Functions
a. Count = untuk menghitung jumlah baris suatu kolom pada tabel.
Mysql > select count (kode_buku) from buku;
b. Sum = menghitung jumlah nilai suatu kolom pada tabel.
Mysql > select sum (harga) from buku;
c. Average (AVG) = menghitung rata-rata dari nilai suatu kolom pada tabel.
Mysql > select avg (harga) from buku;
d. Min = menampilkan nilai terkecil dari suatu kolom pada tabel.
Mysql > select min (harga) from buku ;
e. Max = menampilkan nilai terbesar dari suatu kolom pada tabel.
Mysql > select max (harga) from buku;
9. SQL dengan Group By dan Having
a. Klausa Group By digunakan untuk melakukan pengelompokan data. Sebagai contoh terdapat tabel buku dengan data sebagai berikut :
Mysql > select * from buku;
Mysql > select sum (harga) from buku group by tahun_terbit;
b. Klausa Having digunakan untuk menentukan kondisi bagi klausa group by. kelompok yang memenuhi having saja yang akan dihasilkan.
Mysql > select kode_pengarang from buku group by kode_pengarang having count (kode_buku) >=1;
10. Order by
Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe data yang dimiliki.
Contoh : perintah untuk mengurutkan data buku berdasarkan kolom judul :
Mysql > select * from buku order by judul ;
Atau tambahkan ASC untuk pengurutan secara ascending (menaik)
Mysql > select * from buku order by judul asc;
atau tambahkan Desc untuk pengurutan secara descending (menurun)
Mysql > select * from buku order by judul desc;
d. Delete
1. Menghapus seluruh baris pada tabel
Mysql > delete from buku;
2. Menghapus baris pada data terntu
Mysql > delete from namatabel where namakolom1;
POKOK BAHASAN 5
1. Query
a. Aturan dalam melakukan query antar tabel :
· Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya,dipisahkan tanda titik (.)
· Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus disebutkan dalam klausa FROM,dengan pemisah koma (,) dimana urutan tabel tidak mempengaruhi proses query.
· Kondisi dalam klausa Where mempengaruhi jenis join yang tercipta.
b. Jenis-jenis join pada Query
· Operator Cross Join
· Operator Inner Join
· Operator Equijoin
· Operator Self-join
· Operator Natural Join, daibagi menjadi 2 yaitu :
a. Natural Left Join
b. Natural Right Join
c. UNION, INTERSECT dan EXCEPT
· UNION
Union merupakan operator yang digunakan untuk menggabungkan hasil query,dengan ketentuan jumlah,nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
· INTERSECT
Intersect merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah yang memenuhi kedua query tersebut dengan ketentuan jumlah,nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
· EXCEPT
Except merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah data yang ada pada hasil query 1 dan tidak terdapat pada data dari hasil query 2 dengan ketentuan jumlah,nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
· Nested Queries / Subquery (IN,NOT IN,EXISTS,NOT EXIST)
Subquery berarti query didalam query.dengan menggunakan subquery, hasil dari query akan menjadi bagian dari query diatasnya.
2. View
View adalah perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu,sehingga bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.
3. Penggunaan View
a. View antar 2 tabel
Mysql > CREATE VIEW view_buku
>As
>SELECT a.kode_buku, a.judul_buku,
>a.tahun_terbit,b.nama_penerbit
>FROM
>buku a JOIN penerbit b ON a,buku= b.penerbit;
b. View antar 3 tabel
Mysql >CREATE VIEW view_peminjaman
>AS
>SELECT a id_peminjaman, b.kode_buku, b.judul_buku,
>c.kode_anggota, c.nama_anggota, a.tanggal_pinjam,
>a.tanggal_kembali FROM peminjaman a, buku b,
>anggota c WHERE a.kode_buku= b.kode_buku AND
>a.kode_anggota=c.kode_anggota;
Eksekusi perintah berikut untuk memastika view telah dibuat :
SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = ‘view_peminjaman’;
Lihat hasil query view view_peminjaman :
SELECT * FROM view_peminjaman;
POKOK BAHASAN 6
1. Pemahaman Hak Akses
Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data. Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.
2. Mengatur Hak Akses
a. Perintah GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :
GRANT jenis_akses (“nama_kolom) ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY “nama_password” [WITH GRANT pilihan akses]
Atau
GRANT hak_akses ON namatabel TO pemakai;
b. Perintah REVOKE
3. Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan data.
Contoh :
Administrator akan memberikan hak akses kepada edi dalam melakukan query tabel buku untuk field tertentu saja. Perintahnya :
4. Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALLPRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).
Contoh :
GRANT ALL PRIVILAGE ON buku to siska;
5. Hak Akses kepada Public
Untuk memberikan hak aksess kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC beberapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD.
Contoh :
GRANT SELECT, INSERT ON buku to public;
6. Pencabutan Hak Akses
a. Pencabutan Hak Akses Sementara
Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE perintah ini juga mampu melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
Bentuk umum :
REVOKE hak_akses ON nama_database FROM nama_user;
Atau
REVOKE hak_akses ON namatabel FROM nama_user;
b. Perintah delete
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.
Comments
Post a Comment